oleh

Diawasi TP4D Kejati Sulsel Proyek Ini Amblas, Ada Apa?

RADARLUWURAYA.com – Wakil Direktur ACC Sulawesi, Abdul kadir Wokanubun soroti kinerja Tim TP4D Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal itu terkait pengawasan Proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena, Kabupaten Luwu Timur yang dikerjakan oleh Kontraktor dari PT. Herba Sari dan Konsultan Supervisi, PT. Bintang Tirta Pratama yang menelan anggaran Rp31.867.911.000 bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)

BACA JUGA;

ACC Sulawesi Cium Aroma Korupsi Proyek Irigasi di Lutim

Proyek Irigasi Salah Bestek, DPRD Lutim Sebut Kontraktor Bekerja tak Sesuai Prosedur

“Disini kinerja TP4D dipertanyakan, apakah namanya hanya ditempel di papan pengumuman. Kalau hanya namanya ditempel, ndak usah lakukan pengawasan,” kata Kadir, Selasa (19/2).

Salah satu titik proyek Irigasi induk pengairan di Luwu Timur yang baru saja selelasi dibangun sudah amblas/Istimewa

Sebagai fungsi pengawasan, kinerja Tim TP4D Sulawesi Selatan Dinilai gagal. Karena menurutnya, TP4D seharusnya betul-betul melakukan pengawasan hingga proyek ini rampung.

BACA JUGA;

Proyek Irigasi di Luwu Timur Diduga Sarat Penyimpangan Anggaran

Proyek Irigasi di Lutim Dengan Anggaran 32 Miliar Minta Diusut

Baru Selesai Dibangun, Proyek Irigasi Senilai Rp32 M di Luwu Timur Sudah Jebol

“Kalaupun dia melakukan pengawasan, secara melekat maka tidak mungkin terjadi kerusakan pada proyek tersebut,” jelas Kadir.

Namun kenyataannya kata dia, pengawasan TP4D tak dilakukan sebagaimana mestinya yang berujung proyek bermasalah.

“Saya menilai pada kasus ini TP4D gagal melakukan pengawasan, padahal anggarannya cukup besar pada proyek ini, TP4D tidak menjalankan peran sebagaimana mestinya,” pungkas Kadir. (*)

Komentar