oleh

Distrik Navigasi Makassar Klaim IMB Pendirian Tower Radio di Palopo Sudah Ada

RADARLUWURAYA.com – Pendirian tower pemancar radio di Kantor Stasiun Radio Pantai (SRP) Kelas IV Kota Palopo, patut di syukuri masyarakat Kota Palopo, khususnya yang tinggal di pesisir pantai.

Pasalnya, adanya tower radio tersebut, dapat memantau seluruh aktivitas di pantai utamanya terhadap kapal yang hendak berlabu di dermaga pelabuhan Tanjung Ringgit.

Tidak hanya itu, segala bentuk yang berpotensi terjadi musibah seperti tsunami dan angin kencang dapat termonitor.

Sayang, pendirian tower yang kini sementara berlangsung menuai protes dari sebagain warga yang tinggal berdekatan dengan tower.

Protes yang dilontarkan warga karena mereka menilai pendirian tower pemancar radio yang sementara dibangun di areal Kantor SRP Kelas IVA Kota Palopo, belum ada IMB.

Tak hanya itu, keselamatan jiwa warga yang dekat dengan tower sewaktu-waktu dapat terancam akibat tegangan dan robohnya tower tersebut.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Seksi Operasi Sarana dan Prasarana Distrik Navigasi Makassar, Hasanuddin menegaskan bahwa, dirinya sebagai pejabat baru di Makassar, namun sebelum datang ke Palopo, dirinya telah diinformasikan jika pembangunan tower pemancar radio di Kantor SRP Kelas IVA Kota Palopo, telah mengantongi IMB.

“IMB-nya sudah ada. Berbicara soal bahaya yang ditimbulkan sekali lagi kami tegaskan jika sama sekali tidak ada dampak berbahaya yang ditimbulkan akibat tegangan dan sebagainya.

Terkait dengan musibah yang tiba-tiba tower ini roboh, itu tidak bisa kami mengada-ngada,” tegas Hasanuddin, belum lama ini.

Sebenarnya, tambah Hasanuddin, Kota Palopo, beruntung mendapatkan pengadaan tower pemancar radio yang merupakan bantuan dari pusat.

“Hanya dua di Sulsel, yaitu Kota Palopo dan Kabupaten Sinjai,” pungkasnya.

Sementara itu salah seorang warga yang keberatan atas pendirian tower pemancar radio, Syam, menjelaskan, selain membahayakan keselamatan warga yang dekat dengan tower, juga tegangan yang akan ditimbulkan pemancar sewaktu-waktu mengancam keselamatan jiwa warga yang berdekatan dengan tower.

“Kita juga menduga pendirian tower ini belum ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari instansi terkait,” terang Syam.

Diberitakan sebelumnya, keberadaan Tower SRP milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Palopo konon disebut-sebut belum mengantongi izin prinsip dari pemerintah kota (Pemkot) Palopo.

Selain itu pembangunan tower setinggi 30 meter itu juga tak pernah disosialisasikan ke masyarakat setempat. (*)

Komentar