oleh

Ditinggal Suami Kerja di Rantau, Istri Nikah Lagi…

RADARLUWURAYA.com – Malang nian nasib AP (28), Warga Desa Jalajja, Kecamatan Burau, Luwu Timur. Saat ia sedang berada di tanah rantau mencari nafkah untuk istri dan keluarga di kampung, sang istri justeru memilih menikah lagi. AP sebelum meninggalkan Luwu Timur dan merantau ke Kalimantan, status hubungannya dengan SI (20), masih suami istri.

AP mengetahui sang istri menikah lagi, setelah melihat postingan foto di media sosial facebook. Didalam foto yang diposting iparnya sendiri JM, terlihat sang istri mengenakan baju pengantin. Pada postingan itu, tertulis keterangan “selamat menempuh hidup baru kak, semoga langgeng sampai kakek nenek” demikian tulis sang Ipar, mendoakan kebahagiaan adiknya yang menikah lagi.

Melihat postingan itu, AP yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan di Kalimantan, terpaksa harus cuti dan langsung menuju ke Morowali Sulawesi Tengah, tempat sang istri melangsungkan pernikahannya dengan lelaki lain. Sang istri meninggalkan Luwu Timur dan memilih tinggal bersama Ibunya setelah ditinggal oleh sang suami ke tanah rantau.

Tidak terima dengan perlakuan sang istri, AP kemudian langsung melaporkan kasus yang dialaminya di Mapolres Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (27/8/18). AP melaporkan istrinya SI, yang diduga melakukan pernikahan tanpa didasari surat cerai atau tanpa sepengetahuannya. Berkunjung ke Mapolres Morowali, AP membawa buku nikah, foto saat nikah, dan kartu keluarga yang secara hukum (SI) masih sah sebagai istrinya.

Pihak penyidik Polres Morowali kemudian menerima laporan AP dengan dengan nomor : STPL/99/VIII/2018/SPKT. Menurut Penyidik Polres Morowali, Brigpol. Alkad Oktavian Sumakul, jika dalam proses penyelidikan hingga ke tahap penyidikan, terlapor terbukti telah melaksanakan pernikahan secara diam-diam tanpa akta cerai atau tanpa izin suami sahnya, maka terlapor bisa diancam dengan pasal 279 KUHP. Terlapor dikenakan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

”Jika setelah dilakukan penyelidikan hingga ke tahap penyidikan, terlapor jelas dan terbukti melakukan pernikahan secara diam-diam, tanpa surat cerai dari suami sahnya. Maka terlapor bisa diancam pasal 279 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun,” kata Brigpol. Alkad. (asril)

Komentar