oleh

Hari Guru : Miris Masih Ada Guru dan Sekolah Kurang Perhatian di Luwu Timur

RADARLUWURAYA.com– Kesejahteraan guru honorer di wilayah terpencil di Luwu Timur sangat memprihatinkan. Kisah miris diungkapkan Kasmawati salah satu guru honorer SD-Batu Sambo, Kelas Jauh SDN 105 Majaleje, Dusun Mambotu II, Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Tragisnya lagi, SD-Batu Sambo kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, sekolah yang awalnya merupakan sekolah swadaya selama 3 tahun ini di bangun di bawah kolom rumah warga dan di pindahkan ke salah satu tanah milik warga dengan bangunan dinding papan dan atap rumbia sebelum mendapatkan bantuan pembangunan sekolah yang lebih layak dari Polres Luwu Timur.

“Sejak 2009 saya mengajar di bawah kolom rumah warga, sampai 3 tahun itu angkatan pertama, sebelum di pindahkan ke tanah milik om saya dengan dinding papan dan atap rumbia, setelah ada relawan Pospera akhirnya mendapat bantuan dari Polsek dan Polres,” ungkap Kasmawati.

Sekolah dengan 3 ruangan kelas hingga saat ini menampung 18 orang siswa yang terbagi mulai dari kelas 1-6 merangkap menjadi kelas 1-2 , kelas 3-4 serta 5-6 menjadi satu ruangan, dengan tiga tenaga Guru honorer mengajar yaitu Kasmawati, Nurmiati dengan Asrawati.

“Ada 3 guru honorer yang menagajar, yaitu saya sendiri Kasmawati, ibu Nurmiati dengan Asrawati di 3 ruangan kelas mulai dari kelas 1-6 merangkap menjadi kelas 1-2 , kelas 3-4 serta 5-6 menjadi satu ruangan,” ucapnya.

Bertepatan peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 Oktober Kasmawati berharap kepada pemerintah agar memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru honorer di daerah terpencil yang ada di wilayah Kabupaten Luwu
Timur khususnya SD-Batu Sambo, Kelas Jauh SDN 105 Majaleje, Dusun Mambotu II, Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, yang hingga saat ini kurang perhatian mulai dari gaji guru honorer serta prasarana proses belajar mengajar dan bantuan perlengakapan sekolah terhadap siswa.

“Kami berharap kepada pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan kami dan tolong di perhatikan sarana dan prasarana di sekolah bantuan perlengkapan sekolah, bantuan agar proses belajar mengajar berjalan lancar,” harap Kasmawati. (*)

Komentar