oleh

IDP : Ada Dua Pedoman Menilai Calon Pemimpin

LUTRA – Calon Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP) menyapa masyarakat Desa Tamuku. Indah menjelaskan dua pedoman menilai calon pemimpin yang baik.

Tiba di Desa Tamuku Kecamatan Bone-bone, Indah Putri Indriani disambut ratusan perempuan BISA. Dalam silaturahmi itu, bupati perempuan pertama di Sulsel itu mengajak masyarakat, untuk mengenali siapa calon pemimpin yang akan dipilih nantinya.

Kata Indah, ada dua pedoman yang bisa digunakan masyarakat untuk mengenal setiap calon kepala darah, yang akan bertarung pada pilkada Luwu Utara yang digelar 9 Desember mendatang.

“Pertama itu kenali latar belakang setiap kandidat. Lihat apakah dia berasal dari keluarga pejabat, pengusaha atau orang biasa saja. Kalau Indah ini, mamanya pensiunan guru, bapakku dulu tukang gigi, tapi saya suruhmi juga berhenti karena rabun rabunmi matanya,” kata Indah, Jumat (30/10/2020)

Yang ke dua lanjut Indah, dari enam tokoh yang bertarung, masyarakat juga harus tahu rekam jejak setiap kandidat, apalagi dari semua kandidat yang bertarung sudah pernah menjabat, baik itu sebagai wakil bupati, anggota DPR dan kepala Dinas.

“Lihat rekam jejaknya, apakah ada masalah yang terlihat. Misalnya dimasa jabatan saya apa ada pejabat saya yang korupsi. Lihat calon wakil saya Pak Suaib, apa pernah bermasalah selama menjabat sebagai kepala dinas,” tegas Indah.

“Lihat juga fungsi pembangunan selama menjabat apa yang dia lakukan. Suaib kinerjanya bagaimana selama ASN, bagaimana dia saat jadi editor, apa pernah dia disuap. Selama jadi asisten II, selama jadi kadis Pertambangan dan selama kadis kadis PU apa yang dilakukan, kan semua berjalan sesuai fungsinya, dan tak pernah ada maslah,” sambung bupati perempuan pertama di Sulsel itu.

Kesempatan itu, Indah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengenal kandidat hanya melihat gambar saja. “Makanya Indah-Suaib setiap melakukan sosialisasi tidak pernah diwakili. Selalu hadir dan menyampikan langsung program dan visi misinya,” pungkasnya.

“Yang tak kalah pentingnya juga, calon pemimpin itu juga harus sehat jasmani dan rohani. Sehat jasmani agar bisa betul betul menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat, mampu menjangkau semua wilayah, dan bisa selalu hadir di tengah masyarakatnya,” tutup Indah. (*)

Komentar