oleh

Ironi Calon Relawan, SE Dirawat Usai Menahan Haus Saat Latihan

RADARLUWURAYA.COM, MALILI – Rabu (27/11) siang kemarin, SE warga Desa Baruga, Kecamatan Malili ini, harus dilarikan ke Puskemas, saat dirinya mengikuti pelatihan calon anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Luwu Timur.

Dirinya, dilarikan kepuskemas lantaran mengalami dehidrasi saat mengikuti pelatihan fisik sebagai Calon Anggota Damkar di Kantor Satpol PP, Damkar dan Linmas Luwu Timur.

Kepada wartawan, SE menceritakan jika kejadian tersebut terjadi kala dirinya tengah mengikuti pelatihan, namun secara tiba-tiba dirinya merasa haus.

“Tiba-tiba saya sangat haus, kemudian saya meminta air minum ke pelatih namun tidak direspon,” ceritanya.

Ironisnya, permintaan itu tidak digubris oleh sang pelatih yang membuatnya tetap menahan dahaga.

Lebih jauh, dirinya menjelaskan lantaran tidak bisa lagi menahan dahaganya, ia kemudian berinisiatif dan berlari menuju posko induk untuk meminta air.

“Sesampainya di Posko, badan beserta kaki saya terasa sudah tidak bisa bergerak, kemudian dada saya terasa sakit,” bebernya.

“Berkisar setengah jam di Posko itu, tiba-tiba senior saya datang dan meminta agar saya diberi air minum, namun saat itu saya tidak bisa lagi minum air, kemudian saya dilarikan ke Puskesmas,” lanjutnya.

Akibatnya, saat ini SE terbaring lemas di Puskesmas Malili dengan kondisi kedua kaki tidak dapat digerakkan.

“Dada saya sudah tidak terlalu sakit pak, namun kedua kaki ku tidak bisa saya gerakkan. Menurut dokter kalau sampai besok tidak ada perubahan kemungkinan saya akan dirujuk ke RSUD I Lagaligo Wotu,” katanya lagi.

Sementara itu, orang tua SE saat mendampingi anaknya yang enggan dipublis namanya mengaku kecewa atas sikap dari penanggung jawab OPD tersebut.

“Sampai saat ini Kepala OPD tersebut belum pernah mengunjungi kami, yang datang tadi sore hanya Kabid Pemadam,” ujarnya.

Saya tidak mau tahu kepala OPD harus bertanggung jawab apa yang dialami anak saya sampai anak saya kembali sehat, tandasnya.

“Ini murni kelalaian, makanya saat minta kepala OPD untuk tidak menghindar dari insiden tersebut,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Pemadam, Burhanuddin saat dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan atas insiden tersebut.

“Saya sudah diinfokan dari teman-teman bahwa ada insiden seperti ini. Saat pelatihan saya tidak di lokasi, makanya segera mungkin saya akan cek proses kejadian ini, terang Bur.

Ditambahkannya, jika terjadi kesalahan dalam proses pelatihan, maka kami akan melakukan tindakan tegas.

Saat ini, SE tengah mendapatkan perawatan di RSUD I Lagaligo Wotu. (*/Har)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *