oleh

Kades Balantang Malili Diduga Monopoli Pengelolaan Anggaran Bumdes TA 2018

RADARLUWURAYA.com – Pengelolaan dana Badan usaha milik desa (Bumdes) Desa Balantang Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur diduga di monopoli kades Balantang Musakkir Laiming.

Pasalnya anggaran dana Bumdes Balantang tahun 2018 yang secara struktural seharusnya dikelola oleh Bumdes diambil alih oleh Kades Balantang.

Bahkan beredar kabar jika Ketua Bumdes Desa Balantang, Hendrawan mengundurkan diri dikarenakan peranannya sebagai ketua Bumdes dalam mengelola anggaran diambil alih oleh kades Balantang.

Hendriawan saat dikonfirmasi membenarkan, jika saat ini memang dirinya sudah mengundurkan diri secara lisan dan mengenai anggaran Bumdes itu sebagian dikelola oleh Kades Balantang tanpa sepengatahuan dirinya, bahkan anggaran tersebut tidak pernah masuk direkening Bumdes.

“Anggaran Bumdes yang nilainya Rp 100 juta tahun 2018 itu tidak pernah dikirim ke rekening Bumdes dan nantinya untuk LPJ dananya saya buat sesuai yang saya gunakan namun yang digunakan Pak Desa Balantang saya tidak akan buat,” sebutnya.

Terpisah Kades Balantang Musakkir Laiming saat dikonfirmasi diruang kerjanya membenarkan jika dirinya turut mengelola Bumdes.

Namun kata dia, anggaran Bumdes tersebut sebagian digunakan untuk pengadaan Tenda pelayanan.

“Memang benar anggarannya sebagian saya gunakan untuk pengadaan tenda 4 petak namun mengenai biayanya dapat dikonfirmasi ke bendahara Desa, yang jelas ini saya lakukan demi kepentingan masyarakat, sebagai mana visi misi saya dimana akan memprogramkan tenda pelayanan,” ucapanya Kamis (21/02/2019).

Musakkir Laiming mengaku, dirinya juga tidak mengetahui apakah mekanismenya dana tersebut harus masuk dulu ke rekening bumdes atau tidak.

Sementara Bendahara Desa Andi Novi saat dikonfirmasi wartawan menyebutkan, jika anggaran pengadaan tenda pelayanan saat itu senilai Rp. 30 juta lebih.

“Iye, anggaran yang digunakan untuk 4 petak tenda senilai Rp.30 juta lebih dan mengenai masalah anggaran yang tidak dikirim kerekening bumdes baiknya kita konfirmasi kembali ke Pak desa,” katanya. (H5R)

Komentar