oleh

Liat Anaknya Dibawa Ambulance, Ibu Korban Histeris di Ruang Mayat RSUD Sawerigading

RADARLUWURAYA.com – Marhana (50) ibu korban tak kuasa menahan tangis. Dia histeris saat melihat anaknya dibawa mobil ambulance.

Tangisnya semakin pilu, ketika anaknya dimasukkan ke ruang mayat RSUD Sawerigading Palopo, Kamis (13/9/2018) siang.

Akki (17) warga lorong Cimpu, Jalan Carede, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, tewas terkena mesin gardan saat berada di kapal nelayan di Teluk Bone.

Ia meninggal dengan luka terbuka dibagian telinga sebelah kiri. Tampak darah segar keluar dari kedua telinganya.

“Dia baru kelas 1 SMK, tadi pagi pergi ke laut, saat di pengantin saya dengar kabar anak saya meninggal,” kata Marhana.

Saat ini, korban masih menjalani visum di ruang mayat RSUD Sawerigading Palopo. Ibu korban dan keluarganya juga hadir.

Mama Ramlah, tetangga korban mengatakan, almarhum Akki merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Orangtuanya sudah pisah sejak almarhum masih berusia 5 tahun.

Setelah orangtuanya berpisah, almarhumlah yang menjadi tulang punggung ibu dan adiknya.

Kabar kecelakaan di laut, diterima sekitar pukul 10.30 Wita. Pihak Polres Palopo, BPBD Kota Palopo, Basarnas dan SAR Sawerigading, serta TNI Kodim 1403 Sawerigading langsung melakukan evakuasi.

Diberitakan sebelumnya, bersama Basarnas, pihak Polres Palopo dan BPBD Palopo bergegas menuju laut Teluk Bone.

Informasi yang diterima, pihak kepolisian menerima laporan ada nelayan yang ditemukan meninggal di atas kapal.

“Sekitar 10 menit lalu kami menerima laporan. Ada nelayan terkwba gardan di perahu gae. Saat ini kita mau melakukan evakuasi bersama basarnas,” kata Kanit Buser Polres Palopo, IPTU Musafir, Kamis (13/9/2018). (tiara)

Komentar