oleh

Luwu Timur Divonis Zona Merah Peredaran Narkoba, Ini Faktanya

RADARLUWURAYA.com – Saat ini Kabupaten Luwu Timur tengah menjadi sasaran empuk peredaran-obat obatan terlarang.

Faktanya, Sepanjang Januari 2019 Polres Luwu Timur berhasil mengamankan 29 orang pelaku penyalahgunaan narkotika.

Hal itu terungkap saat Polres Luwu Timur menggelar jumpa pers di halaman Mapolres Lutim, Kamis (14/02/19) dipimpin langsung Kapolres Lutim, AKBP Leonardo Panji Wahyudi dan didampingi Waka Polres Lutim, AKBP Sunardjo.

Dalam keterangan persnya, Kapolres Lutim AKBP Leonardo Panji Wahyudi menyebutkan, sebanyak 29 tersangka pelaku penyalahgunaan narkotika berhasil diamankan aparatnya dari Satres Narkoba Polres Lutim, dengan rincian, terdiri dari tersangka laki-laki sebanyak 27 orang dan perempuan 2 orang.

Dari penangkapan itu kata Leonardo, Polisi mengamankan 20.18 gram obat-batan terlarang narkotika dan Pil THD 280 butir.

Selain itu, dari tangan pelaku pihaknya juga mengamankan barang bukti yang digunakan tersangka berupa kendaraan roda empat sebanyak 2 unit dan kendaraan roda dua 7 unit.

Diakuinya, Kabupaten Luwu Timur yang berbatasan langsung dengan provinsi Sulawesi Tengah dinilai dijadikan perlintasan peredaran narkotika, baik sebagai tempat pengiriman barang maupun penerimaan.

Untuk itu, upaya minimalisir peredaran obat-obatan terlarang tesebut kata Leonardo, perlu disiapkan atau sediakan alat deteksi diri pada tempat perlintasan dan penyebrangan.

Barang haram tersebut pada umumnya berasal dari Kabupaten Sengkang, Sidrap, Pare-Pare, Makassar, Palopo dan Luwu Utara. Bahkan pengguna rata-rata usia produktif antara 16-30 tahun.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 dan 2 atau pasal 112 ayat subscribe pasal 127 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sementara pelaku penyalahgunaan obat-obat terlarang lainnya berupa pil THD, dikenakan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Sementara Wakil Bupati Luwu Timur yang juga Ketua BNK, Irwan Bachri Syam mengatakan, Luwu Timur merupakan sasaran para bandar besar narkoba di Sulsel, karena Lutim terletak di ujung Sulsel sekaligus berdekatan langsung dengan Sulteng dan Sultra.

“Luwu Timur merupakan daerah darurat narkoba,” jelas Irwan.

Menurutnya, saat ini BNK Luwu Timur gencar melakukan sosialisasi pencegahan narkoba di kalangan pelajar hingga ke pelosok desa, agar minimalisir peredaran narkoba di Luwu Timur. Dan kami akan memilah sebagai pilot project nantinya, terang Irwan.

“Kami apresiasi langkah yang dilakukan Polres Lutim selama ini dalam mencegah serta menangkap para pelaku penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Luwu Timur,” tutupnya.

Hadir di giat press release tersebut, para BNK Luwu Timur, Kasat Narkoba, IPTU Hery beserta jajarannya. (*)

Komentar