oleh

Masayarakat Ussu Demo PT PUL, Ini Masalahnya

RADARLUWURAYA.com – Sejumlah masyarakat berkumpul di pos penjagaan perusahaan tambang nikel PT. PUL. Hal ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasinya kepada pihak perusahaan.

Aksi ini terjadi diduga lantaran pihak manajemen perusahaan tambang nikel PT. PUL dianggap sudah tidak komitmen, sehingga demonstrasi tidak dapat dielakkan.

Demonstrasi ini dimulai pada pukul 09:30 wita lokasi tambang PT. PUL dan berlanjut di kantor Desa Ussu untuk mediasi dengan pihak manajemen perusahaan dengan masyarakat, yang dikalawal oleh pihak Kepolisian Polres Luwu Timur hingga aksi berakhir dengan tertib dan aman, Kamis (15/11/2018).

Bahkan warga di Desa Ussu ini berjanji akan menggelar aksi besar-besaran dengan massa lebih besar lagi jika tuntutan mereka tak dipenuhi pihak perusahaan.

“Warga tuntut perusahaan PT PUL karena apa yang disepakati oleh masyarakat dengan manajemen PT PUL tidak lagi indahkan,” ucap salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya.

Salah satu warga Ussu, Masnur meminta perhatian dan kerja sama dari pihak perusahaan untuk kembali pada kesepakatan awal. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menghabiskan energi dan waktunya untuk melakukan demonstrasi menyampaikan aspirasinya.

“Kepada pihak perusahaan agar memperhatikan keselamatan dan cara penambangan yang betul-betul memikirkan dampaknya yang menambang dipinggir jalan,” ujarnya.

Lebih jauh disebutkannya, jika akses jalan Desa Tole-tole, Kecamatan Nuha, Lutim, dan kebun warga Desa Ussu sudah dekat dengan jarak lokasi dilakukannya penambangan PT PUL. Sehingga masyarakat menghawatirkan, bila suatu saat terjadi longsor saat hujan cukup lebat.

“Perlu diketahui bahwa jarak antara tempat melakukan aktivitas penggalian oleh perusahaan tambang nikel PT PUL kurang lebih 10 meter dari lokasi jalan dan kebun warga,” imbuhnya.

Disnaker Kabupaten Luwu Timur Bidang Pemberdayaan Ketenagakerjaan, M. Arifin yang hadir ditengah-tengah warga Ussu dan ikut memediasi warga sampai di kantor Desa Ussu mengatakan, perusahaan harus memperhatikan apa keluhan dalam aspirasi masyarakat. Sehingga dampak pada rekrutmen tenaga kerja tidak terjadi dampak sosial yang krusial.

“Terkait pemberdayaan ketenaga kerjaan, kami tetap berkomitmen untuk mengawal dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja, serta memprioritaskan warga lokal agar tidak terjadi konflik sosial. Kepada warga masyarakat, untuk menghindari baik konflik sosial maupun fisik, imbau Arifin.

Sementara Dinas LH Bidang Lingkungan hidup Kabupaten Luwu Timur, Nasir saat ditemui di kantor Desa Ussu magatakan, bahwa penambangan harus sesuai Amdal. Jika hal ini tidak dilakukan kata dia, maka perusahaan telah menyalahi dan melanggar aturan.

“Perusahaan harus melihat mana yang layak untuk ditambang yang sesuai amdal,” cetus Nasir.

Sekedar diketahui dalam mediasi ini, perusaahaan belum mengambil keputusan apapun. Namun perusahaan PT PUL berjanji jika aspirasi masayarakat Desa Ussu tersebut akan menampung aspirasi dan kemudian disampaikan ke pimpinannya PT PUL. (antho)

Komentar