oleh

Masmindo Kucurkan Anggaran Rp67 M, Bangun Jalan di Latomojong

BELOPA,Radar Luwu Raya.com–PT Masmindo Dwi Area (MDA) mengucurkan anggaran sebesar Rp67 Miliar kepada Pemkab Luwu. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk membangun jalan di sekitar Kecamatan latimojong.

Hal itu diungkapkan kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Luwu Husdin beberapa waktu lalu. Perbaikan jalan tersebut sebagai upaya untuk memperlancar arus transportasi masyarakat yang berada di dataran tinggi Luwu tersebut.

Menurut Husdin, salah satu ruas yang akan dibuat adalah jalan alternatif bagi masyarakat Bone Posi menuju Kadundung atau menuju ke Rante Balla.

“Sebab jalan yang ada sekarang akan sangat berbahaya dilalui apabila PT Masmindo sudah beroperasi,” ungkap Husdin.

Makanya, lanjut Husdin, PT Masmindo akan menyerahkan anggaran ke Pemkab Luwu sebesar Rp 67 miliar untuk dikelola, dalam upaya membangun sarana jalan yang dibutuhkan. Penyerahan akan diawali dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Masmindo dengan Pemkab Luwu.

“Ini masuk dalam MoU antara PT Masmindo dengan pihak Pemkab Luwu. Sumber dananya adalah CSR dari PT Masmindo yang akan dihibahkan ke Pemkab Luwu,” kata Husdin.

Husdin menjelaskan, dana hidah PT Masmindo itu akan diserahkan ke Pemkab Luwu yang tertuang dalam MoU, antara MDA dan Pemkab Luwu.

“Dana itu akan dikelola Pemkab Luwu, yang nantinya dimasukkan dalam APBD 2021 melalui surat keputusan bupati secara parsial,” jelasnya, seraya menambahkan, dana hibah sebanyak Rp 58 miliar ditambah Rp 9 miliar sehingga total Rp 67 miliar.

“Kusus Rp 9 miliar, itu untuk membangun jalan dari Bone Posi ke Kadundung sekitar 6,5 kilometer,” tuturnya.

Sementara, Bupati Luwu, Basmin Mattayang memastikan akkan ada ganti rugi lahan dan tanaman warga yang terkena proyek pembangunan jalan di Latimojong.

Dalam pertemuan dengan warga Latimojong, akhir pekan lalu Basmin meyakinkan upaya membangunan kawasan Latimojong berangkat dari niat baik.

Untuk kemudahan akses perekonomian dan kesejahteraan warga Latimojong dan sekitarnya.

“Ini bukan kepentingan kelompok atau perorangan, karena itu harapan kita adalah pertama kita minta partisipasi masyarakat, partisipasi itu memberikan kemudahan petugas nanti dalam kaitan pembebasan lahannya,” ujarnya.

Basmin meminta tokoh masyarakat di Latimojong mendukung upaya pemerintah dalam melakukan akselerasi pembangunan di Latimojong. Apalagi wilayah Latimojong rencananya bakal dijadikan kawasan agrowisata.

“Saya minta tokoh masyarakat Latimojong ikut membantu pemerintah mensosialisasikan, meyakinkan masyarakat dan publik bahwa pemerintah tidak akan merugikan masyarakat,” katanya.

“Kita akan hitung lahan warga, cengkehnya, kita akan taksir harganya yang akan dilakukan oleh tim taksasi harga,” tutup bupati dua periode. (rlr)

Komentar