oleh

Mentan Amran Inginkan Pengolahan Kakao Ada di Luwu

RADARLUWURAYA.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman menginginkan adanya pabrik pengolahan kakao terbangun di Kabupaten Luwu.

Itu diungkapkannya saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Luwu, Senin (11/3). Menurutnya, banyak produk dari luar negeri yang bahan utamanya dari Indonesia, salah satunya adalah kakao.

“Kalau kita ekspor, satu kakao harganya mungkin sekitar Rp1000, namun ketika negara lain sudah mengolahnya dan kembali kita beli harganya sudah jauh lebih mahal,” kata Amran.

 

BACA: 

Nelayan Palopo Ikuti Diklat PIP Makassar

 

Makanya itu, Ia sangat berharap kakao juga bisa diolah di Kabupaten Luwu, itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Hanya saja, Ia menilai bahwa kelemahan petani saat ini ada pada produktivitas kakao dan pemeliharaannya.

“Saat ini produktivitas hanya 0,7 ton per hektar per tahun bahkan 0,5 ton,” sebutnya.

 

BACA: 

Petani Sebut Pupuk Langkah, Mentan: Kapolres Periksa Distributor Nakal

 

Dalam kunkernya itu, selain untuk bersilaturahmi kepada masyarakat, Mentan Amran juga melaksanakan berbagai kegiatan. Seperti penanaman bibit Kakao sebagai salah satu produksi hasil Pertanian terbesar di wilayah Kabupaten Luwu.

Hal itu dilakukannya dalam rangka mengembalikan kejayaan rempah dan komoditas perkebunan menuju Indonesia lumbung pangan dunia 2045.

Mentan Amran juga menyerah bibit unggul kakao dan ladah sebanyak 1 juta. Termasuk ternak unggas dan kambing. Selain itu, Ia juga menyebut soal pupuk.

 

BACA: 

Prof Asal Jepang Akan Bangun Kereta Gantung di Palopo

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Komisi IV DPR RI Andi Lutfi MuttI, Waka Polda Sulsel, Brigjen Pol Adnas, Danrem 142/Tatag Kolonel Inf Edentius Teddy Danarto, Bupati Luwu Basmin Mattayang, Wali Kota Palopo HM Judas Amir, Bupati Luwu Utara, Dandim 1403/Sawerigading Letkol Inf M Imasfy, Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso, Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak, para pejabat lainnya dan perwakilan petani dan warga Kabupaten Luwu sekira 15.000 orang. (Niki)

Komentar