oleh

Pemkab Lutra Rampungkan Penyusunan Kamus Bahasa Limola

RADARLUWURAYA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melaksanakan seminar perampungan penyusunan kamus bahasa Limola, di Hotel Elegant Masamba, Senin (1/10/2018).

Bahasa Limola merupakan bahasa lokal sejumlah suku atau adat yang saat ini masih kerap digunakan dalam bahasa sehari-hari. Salah satunya bahasa yang masih digunakan di desa Sassa, Kecamatan Baebunta, Kab Luwu Utara.

Pada seminar tersebut dihadiri Bupati Luwu Utara Hj Indah Putri Indriani. Dalam sambutannya Indah mengatakan, bahwa dengan adanya bahasa lokal menunjukkan peradaban suatu daerah.

“Dari 12 anak suku, 9 bahasa 5 diantaranya ada di Luwu Utara, dan ini warisan yang luar biasa sangat berharga yang belum tentu dimiliki oleh daerah lain. Betapa beradapnya kita karena kita punya bahasa, peradaban ditentukan oleh bahasa, dan tentunya suatu daerah terbentuk salah satunya karena bahasa,” ucapnya.

Oleh karena itu lanjutnya, pemerintah daerah merasa penting untuk melestarikannya, karena saat ini anak muda hanya satu dua orang yang paham tentang bahasa Limola. Ia berharap bahasa Limola ini masuk dalam kurikulum pembelajaran di sekolah nantinya.

Penyusunan kamus bahasa Limola sendiri memakan waktu yang cukup lama, yaitu sejak awal tahun 2018. Yang ini sudah mencapai 5000 kosakata.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan pariwisata Magfirani dalam laporannya mengatakan kegiatan ini adalah bentuk perjanjian kerjasama antara Disbudpar dengan Dinas Pendidikan tentang penguatan cagar budaya mengenai kurikulum pendidikan.

“Serta bertujuan untuk memberi gambaran dan ilustrasi kepada kita semua masyarakat Luwu Utara terkhusus kepada seluruh stakeholder terkait tentang pentingnya pelestarian budaya yang ada di daerah kita ini”, terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Makole Baebunta Andi Masita Opu Daeng towelong, ketua tim penyusun kamus bahasa Limola Mahmud Lampena. (Arwin)

Komentar