oleh

Pemkot Dinilai Kurang Cermat Tangkap Peluang PAD

RADARLUWURAYA – Pemerintah Kota Palopo dianggap kurang cermat dalam menangkap peluang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Palopo.

Demikian diungkapkan ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kota Palopo, Imam Pribadi kepada radarluwuraya.com, Rabu, (17/10/18). Menurutnya pihak pemkot sudah harus melakukan uji petik terkait keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitaran Lapangan Pancasila untuk selanjutnya dijadikan salah satu sumber PAD di Kota Palopo.

Imam mengatakan, pembangunan sarana di Lapangan Pancasila membutuhkan biaya yang besar yang bersumber dari PAD dan pajak warga Kota Palopo. Olehnya itu, area Lapangan Pancasila saat ini sudah seharusnya menghasilkan PAD.

BACA JUGA :Kajari Intervensi Proses Lelang di ULP ?

”Selain biaya revitalisasi, setiap malam juga Pemkot mengeluarkan uang untuk Lapangan Pancasila. Misalnya biaya penerangan, perawatan lapangan dan lainnya. sehingga sudah perlu difikirkan, agar Lapangan Pancasila Palopo ini bisa membiayai dirinya sendiri,” kata Imam.

Selain itu, jika kedepan Pemkot Palopo juga wajib untuk secara bertahap membenahi sarana yang dibutuhkan jikakelak Lapangan Pancasila menjadi salah satu sumber PAD.

”Tentu yang harus difikirkan juga saat ini, agar warga Kota Palopo dan PKL merasa nyaman berada di Lapangan Pancasila, tentu pemkot juga harus menyediakan fasilitas seperti WC umum, bak sampah yang memadai dan fasilitas lainnya. Sehingga eksotisme Pancasila sebagai destinasi masyarakat palopo tetap menarik pengunjung,” tandasnya.

BACA JUGA : Gegara Status di Facebook, Caleg Perempuan Ini Dipolisikan

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Usaha, Pengawasan, Evaluasi, dan Pelaporan Bapenda, Kota Palopo, Subina Andi Daud yang dikonfirmasi Radarluwuraya menyebutkan, jika pihaknya telah menargetkan Lapangan Pancasila sebagai salah satu sumber PAD baru Kota Palopo. Bahkan, pihak Bapenda telah melakukan uji petik terhadap keberadaan PKL yang berjualan di pelataran Lapangan Pancasila.

”Berdasarkan uji petik yang kami lakukan per tanggal 08-23 September , tercatat ada sebanyak 203 jumlah PKL secara keseluruhan. Uji petik ini kami lakukan guna mengidentifikasi jumlah PKL, Objek Pajak dan jumlah transaksi jual beli di pelataran Pancasila,” ungkap Subina saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (17/10/18).

Dari hasil uji petik yang dilakukan Bapenda, ditemukan pendapatan masing-masing PKL setiap malammya rata-rata Rp2.480.000. Dari total 15 PKL yang dipilih Bapenda untuk dilakukan uji petik, tercatat omsetnya mencapai 37.213.000 per malam.

BACA JUGA : Bertahun-tahun Gelap Desa Ujung Baru Akhirnya Terang

”Kami sementara melakukan kajian regulasi terkait jenis pajak apa yang dikenakan PKL Lapangan Pancasila. Dalam waktu dekat ini Pak Kaban akan melakukan study tiru di Bandung guna mempelajari tata pengelolaan pengenaan jenis pajak yang akan dikenakan kepada PKL di Pelataran Pancasila,” ucapnya.

Kepala Bapenda Kota Palopo, Abdul Waris yang dikonfirmasi mengatakan membenarkan jika dirinya akan melakukan studi tiru di Bandung. Hanya saja, ia masih menunggu perintah dari Wali Kota Palopo.

‘”Saya akan melakukan study tiru di bandung ketika ada perintah dari Pal Wali Kota. Study tersebut guna mempelajari berapa besar pemunguntan retribusi dan pajak buat PKL Lapangan Pancasila,” ujar Abdul Waris. (john)

Komentar