oleh

Peringati Hari Pohon Sedunia, KPA Kota Palopo Cabut Paku

RADARLUWURAYA.com – Komunitas Pecinta Alam (KPA) Kota Palopo menggelar aksi cabut paku dalam momentum memperingati Hari Pohon Sedunia di Jalan Poros Trans Sulawesi tempatnya Jalan Dr Ratulangi dan Jalan Andi Djemma Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (21/11).

Koordinator Lapangan (Korlap),Paslan mengatakan, Hari Pohon Sedunia, diperingati setiap 21 November. Tanggal ini dipilih untuk menghormati jasa-jasa J. Sterling Morton pada 1872 seorang pecinta alam dari Amerika.

“Ia sangat gigih mengkampanyekan gerakan menanam pohon,” katanya.

Disebutkan Korlap KPA Gerhana Swg ini, mula-mula alasannya sederhana dari tokoh pecinta alam dari Amerika itu berharap, adanya pohon untuk berteduh, pemecah angin, dan fungsi pohon lainnya.

Sehingga secara umum orang-orang disekelilingnya mulai menyetujui ajakan tokoh pecinta alam Amerika tersebut untuk peduli pada pohon. Sejak itu kemudian muncul opini dan kebijakan untuk menanam dan merawat pepohonan.

“Maka dari itu kami dari Komunitas Pecinta Alam Gernerasi Harapan Alam Sawerigading (KPA Gerhana SWG) mengajak para pemuda, pelajar, masyarakat, dan Pemerintah untuk menjaga kelestarian pepohonan yang masih ada,” imbaunya.

Sementara Ketua KPA Gerhana Swg, Harum mengatakan, kegiatan ini merukan kegiatan yang ketiga kalinya dilakukan dalam setiap memperingati momentum Hari Pohon Sedunia.

“Kami melakukan aksi cabut paku karena ini merupakan salah satu bentuk keritikan kami kepada oknum yang melakukan pemakuan di pohon. Pohon ini ditanam untuk kita jaga karena kita sangat bergantung pada pepohonan dalam kelangsungan hidup kita,” jelas Harum.

Aksi ini kata dia, berhasil mengumpulkan sebanyak 9 hingga 10 kilogram paku yang dicabut dari setiap pohon yang ada di Kota Palopo.

Untuk itu, pihaknya berharap agar Pemerintah Kota Palopo tegas dalam menerapkan kebijakan sehingga tak ada lagi yang melakukan pemakuan pepohonan.

“Terimakasih kepada teman-teman pecinta alam yang ikut bergabung dalam aksi ini, semoga kedepan sinergitas kita dengan dengan masyarakat dan pemerintah dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi alam ini, menjaga alam untuk kelangsungan hidup bersama, bukan merusak alam untuk mati secara perlahan,” tandasnya.

Sekedar diketahui dalam aksi ini ada beberapa lembaga yang tergabung dalam kegiatan ini yakni dari KPA Gerhana Sawerigading, LPA Kapas, LPA Angker dan LKLR. (jhon)

Komentar