oleh

Polres Lutra Klarifikasi Tudingan Lakukan Pembiaran Terkait Insiden Tewasnya Warga Mappedeceng

RADARLUWURAYA.com – Terkait tuntutan massa demonstrasi warga Mappedeceng yang meminta keadilan terhadap insiden meninggalnya Ahmad Dandi yang diduga karena ulah oknum Polisi Polres Luwu Utara, Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola didampingi Kasat Reskrim, Iptu Samsyul Rijal angkat bicara, Selasa (15/1).

Saat menerima dan berdialog dengan perwakilan massa aksi sekitar 20 orang, Kapolres Lutra menjelaskan terkait insiden meninggalnya warga Mappedeceng atas nama Ahmad Dandi, Senin (14/1) kemarin.

AKBP Boy FS Samola, menjelaskan kronologi kejadian tersebut berawal dari konflik yang terjadi dari tanggal 30 November 2018 lalu. Selanjutnya terjadi pembakaran sebanyak enam lapak milik warga di Mappedeceng.

Kemudian pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap salah seorang terduga pelaku pembakaran di Kalimantan. Sehingga dilakukanlah pengembangan dan menetapkan beberapa nama yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut.

“Pada tanggal 11 Januari 2019 dini hari anggota kami melakukan penangkapan. Salah satu nama terduga adalah Ahmad Afandi alias Dandi berhasil melarikan diri saat itu dan tidak ditemukan,” ungkap Kapolres Lutra.

Sementara Kasat Reskrim Polres Lutra, Iptu Samsyu Rijal, tak menapik jika Ia bersama anggotanya melakukan operasi penangkapan para terduga pelaku pada saat itu.

“Saat kami mendatangi salah satu rumah terduga, Apping, di dekat jembatan, kami hanya bertemu dengan kakaknya di depan rumah. Namun tiba-tiba ada suara di belakang rumah seperti orang melarikan diri, spontan saya mengeluarkan tembakan peringatakan,” akui Iptu Samsyul Rijal.

Sehingga anggotanya berputar arah menuju ke belakang mencari siapa yang berlari. Namun pihaknya tidak ditemukan apapun karena memang dalam keadaan gelap.

“Bahkan kami tidak mengetahui kalau yang lari itu adalah Dandi. Karena tujuannya kami mau menangkap Apping di Rumah tersebut,” beber Kasat Reskrim Polres Lutra ini.

Ditegaskannya, seandainya jika saat itu dirinya maupun anggota lainnya melihat korban yang berlari, pasti langsung akan ditangkap. Namun pihaknya mengaku tak mendapati almarhum Dandi saat operasi penangkapan itu.

“Memang kami mau menangkapnya. Namun sama sekali kami tidak mengetahui dimana keberadaan korban saat itu,” tegas Samsyul Rijal.

Pada malam itu disebutkan, anggota Polisi Polres Palopo berhasil mengamankan empatborang terduga pelaku. Namun polisi tidak menemukan adanya pelaku yang bernama Dandi.

Sehingga status Dandi waktu itu masih sebagai DPO Polres Lutra.

Hingga pertemuan antara perwakilan pendemo dan Pihak Polres Luwu Utara usai, perwakilan pendemo tidak puas dengan jawaban dari pihak kepolisian hingga membubarkan diri

Aksi protes warga Mappedeceng menuntut keadilan atas meninggalnya salah seorang warga Mappedeceng Luwu Utara dilakukan melalui aksi demonstrasi di depan Kantor Polres Luwu Utara, Selasa (15/1).

Massa demonstran menduga adanya unsur kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap korban yang meninggal. (Herman)

Komentar