oleh

Proyek Revitalisasi Drainase Jalur Dua Soekarno Hatta Lutim Disoal

RADARLUWURAYA.com – Proyek Revitalisasi Drainase Jalur Dua Soekarno Hatta Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur disorot.

Pasalnya proyek tahun 2018 ini diduga nyebarang di Tahun 2019.

Adapun penanggung jawab proyek ini adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Luwu Timur Tahun Anggaran 2018.

Demikian diungkapkan Pemerhati Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) Luwu Timur, Erwin R. Sandi, Selasa (15/1).

Untuk itu Erwin mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memeriksa proyek yang menyebrang tahun tersebut.

Disebutkannya, salah satu alasan kenapa proyek ini menyebrang tahun tidak diputus kontrak, karena pembayaran ke rekanan lebih tinggi dari pada bobot pekerjaan dilapangan.

“Semoga APH jeli dan memeriksa progress pembayaran proyek yang menyebrang tahun dan mencocokkan dengan progres yang ada dilapangan,” tutur Erwin.

Sebagai bukti bahwa proyek tersebut bermasalah, Erwin akan memberikan sampel ke pihak APH untuk memeriksa realisasi pembayaran dan progres lapangan proyek Revitalisasi Drainase Jalur Dua Soekarno Hatta Desa Puncak Indah yang diduga ada penyimpangan.

Diketahui pekerjaan Proyek Revitalisasi Drainase Jalur Dua Soekarno Hatta Desa Puncak Indah, berlokasi di Kecamatan Malili, menelan anggaran sekira Rp679,761,707.40, tanggal kontrak 5 Juni 2018, masa pelaksanaan 200 hari kalender, pelaksana CV. Dian Suis dengan konsultan pengawas CV. A’empat Konsultan, itu tertera sesuai dipapan proyek. (*)

Komentar