oleh

PT. Lusiana Laporkan Direktur SCM PT. Vale Ke Polda Sulsel

-HUKUM-2.777 views

WASUPONDA, RADARLUWURAYA.COM– PT.Lusiana Group Indonesia (LGI) laporkan Direktur Supply Chain Management (SCM) PT.Vale, (Muhammad Asril) Ke Mapolda Sulawesi Selatan

Hal tersebut dibenarkan kuasa hukum PT.Lusiana, Efendi S.H, Kepada wartawan, di Bukit Agro Tabarano, Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, kamis 9/1/2020.

Efendi mengatakan pelaporan pihak PT. LGI terhadap Direktur CSM  PT.Vale ke Polisi terkait Pemutusan kontrak kerja yang dianggap sepihak.

Kemudian, pihak CSM juga menuntut agar pihak PT.LGI mengembalikan uang senilai Rp.844.704.000  yang di anggap merugikan PT.Vale .Jumlah itu terhitung selama 16 bulan berjalan.

Dikatakan Efendi , temuan hasil investigasi Departemen Security Service (DSS) PT.Vale yang menuding Pihak PT. LGI, mebuat tagihan fiktif untuk pekerjaan di Perintis Barak Enggano Camp itu menjadi bahan rujukan sehingga kontrak diputus.

Ia juga menilai proses DSS dalam memeriksa dokumen yang mana dianggap masih banyak kelemahan ini patut dipertanyakan.

Diantaranya’ tim investigator diduga tidak kompeten dibidang forensik dan siber, yang mana kasus ini menyangkut uni tuntas dokumen pemeriksaan aplikasi reservasi yang berbasis Online.

“Hasil temuannya ini yang kita pertanyakan , tidak disebutkan secara jelas mana yang dikatakan laporan fiktif,”tuturnya.

Atas dasar itu, kata Efendi, kliennya telah menempuh upaya hukum Perdata dan Pidana Tentang dugaan tindak pidana menempatkan keterangan palsu dan pencemaran nama baik terhadap PT.Lusiana.

Ia juga mengatakan bahwa tudingan itu membuat kliennya rugi secara materi dan inmatarial yang berdampak pada pengakhiran kontrak kerja.

lanjutnya, saat ini pihak terlapor Direktur SCM (Asril) telah mangkir dari panggilan pertama Polisi di mana hal tersebut di nilai sebagai tindakan yang tidak menghargai proses hukum.

“Apabila terlapor tidak memenuhi undangan pada panggilan yang kedua, saya selaku kuasa hukum PT.Lusiana meminta kepada penyidik polda agar menjemput paksa pihak terlapor karna di anggap tidak kooperatif dan mempersulit proses pemeriksaan” Kata Efendi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *