oleh

Saudara Mahaludin Histeris Saat Sampaikan Aspirasi di Kejaksaan

RADARLUWURAYA.com – Tangis histeris dari keluarga terdakwa Mahaluddin pecah. Itu saat mereka menyampaikan aspirasinya di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo, Selasa (5/2).

Salah satu saudara dari terdakwa Mahaluddin menjerit meminta keadilan.

“Andaikan saudara saya seorang perampok atau narkoba, terserah dia mau dihukum berapa tahun. Tapi ini, saudara saya hanyalah korban, malah dia yang ditahan, bebaskan saudara saya, dia hanya korban,” jeritnya di depan jaksa.

Orang tua dan istri dari terdakwa Mahaluddin juga tak kuasa menahan tangisnya. Ia meminta keadilan dari jaksa.

Sementara di luar pagar kejaksaan, tampak anak-anak dari terdakwa Mahaluddin terduduk di sudut pagar sambil menangis.

Aksi unjuk rasa menuntut pembebasan dari terdakwa Mahaluddin berlangsung di depan Kantor Kejari Palopo.

Koorlap aksi demo, Muh Akmal mendesak agar kejaksaan membebaskan terdakwa Mahaluddin yang diyakini hanya korban ketidakadilan hukum saat proses eksekusi lahan Sampoddo pada Juli 2016 lalu.

“Bebaskan Mahaluddin dan tangkap pengacara Rahmat Taqwa yang kini jadi Caleg PPP untuk Dapil Bontoala Makassar,” sebut Akmal.

Tak menemui titik terang di kejaksaan, warga Luwu ini kemudian melanjutkan aksinya ke kantor PN Palopo. (Niki)

Komentar