oleh

Tak Bisa Sembarang Lagi Merokok di Luwu Timur, Ini Ancaman Sanksinya

RADARLUWURAYA.com- Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Luwu Timur menggelar sosialisasi Penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok dan Pemberantasan Rokok Ilegal di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Selasa (16/10/2018).

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dimaksud sesuai Perda Luwu Timur Nomor 9 Tahun 2016 mencakup fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah atau tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum yang di tetapkan.

Sanksi administrasi dari pelanggaran ini berkisar Rp. 50 ribu hingga Rp. 1 juta dan sanksi pidana mencapai Rp. 1 juta hingga Rp. 50 juta.

Kepala Bidang Penegakan Perda, Satpol PP Luwu Timur, Baharuddin mengatakan, sosialisasi ini merupakan bentuk edukasi akan pentingnya penegakan Peraturan Daerah sehingga tercipta ketaatan hukum masyarakat terhadap kawasan tanpa rokok.

“Sosialisasi ini merupakan tahap awal dan rencananya penegakan hukumnya akan dimulai tahun depan. Olehnya itu, warga diharapkan taat aturan KTR,” kata Baharuddin.

Mewakili Bupati, Asisten Pemerintahan, Dohri As’ari mengatakan, dengan terbitnya Peraturan Daerah ini, diharapkan dapat menjadi pedoman dalam mewujudkan kawasan tanpa rokok. Apalagi Perda ini akan menjadi dasar bagi aparat penegak Perda dalam hal ini Satpol PP untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap seseorang yang merokok diwilayah KTR.

“Kepada kepala OPD agar Perda ini dijadikan rujukan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam mewujudkan KTR di lingkungan kerjanya masing-masing. Misalnya membangun tempat khusus untuk merokok atau pojok merokok. Tapi saya juga perlu tegaskan ada wilayah tertentu yang sama sekali dilarang merokok sampai batas pagar terluar seperti fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah dan taman bermain anak,” jelasnya.

Komentar