oleh

Kata Keluarga, Polisi Tembak Mati Lahui Saat Tidur

RADARLUWURAYA.com – Warga Desa Pattimang Malangke, La Hui (52) sebelumnya diberitakan tewas setelah ditembak oleh polisi. Korban meregang nyawa di Dusun Biro Desa Pattimang, Senin (1/10) dini hari lalu.

Informasi yang sebelumnya beredar menyebutkan jika La Hui memiliki banyak catatan kriminal dan dianggap meresahkan warga. Bahkan pihak kepolisian menyebutkan jika La Hui mengamuk, saat petugas menggerebek gubuknya. Juga disebutkan jika korban berteriak mengancam bahkan mengayunkan parangnya ke arah polisi, setelah dikeluarkan tembakan peringatan.

BACA JUGA : Melawan Petugas, Pria Tua Di Malangke Tewas Didor

Semua informasi yang beredar itu dibantah oleh pihak keluarga korban. Menurut anak korban, Ampa, Ayahnya ditembak mati polisi saat sedang tertidur pulas di rumahnya, Minggu (30/09/18) dinihari sekira pukul 01.00 Wita.

Ia menjelaskan, polisi dari Sektor Malangke yang datang ke kediaman korban sebanyak 8 orang dan langsung masuk ke kamar, tempat korban tertidur pulas. Tak ada perlawanan yang dilakukan korban, hingga polisi mengarahkan tembakan ke Korban hingga tewas.

”Polisi dari Sektor Malangke berjumlah 8 orang yang datang kerumah, kemudian masuk kedalam kamar dan langsung ditembak pada saat tertidur,” ungkap Ampa kepada radarluwuraya, Rabu, (03/10/18).

BACA JUGA : Hilang Kendali, Truck Pengangkut LPG dan Pick Up Tabrakan di Batu

Dengan nada kesal dibalut ksedihan mendalam, Ampa mengutuk tindakan aparat kepolisian yang telah melakukan penembakan terhadap ayahnya sebanyak empat kali.

”Sama saja orang PKI yang langsung ditembak, sebanyak 4 kali didalam kamar. Kasurnya penuh dengan darah,” ucap Ampa.

Ia juga membantah jika korban memiliki catatan kriminal di Polsek Malangke, seperti yang diberitakan sebelumnya.

”Pihak korban tidak pernah menyakiti seseorang, dan tidak mempunyai cacatan kriminal di Polsek Malangke,” tegasnya.

BACA JUGA : Djalal: KPU dan Bawaslu Harus Bertanggungjawab

Sebelumnya diberitakan, bahwa Lahui, ditembak mati saat polisi dalam keadaan terdesak, Lahui disebut menyerang petugas sehingga harus diambil tindakan tegas. Lahui tewas dengan luka tembakan di bagian tulang rusuk sebelah kiri, tangan sebelah kiri, dan kaki bagian betis sebelah kiri. Jenazahnya kemudian dibawa polisi. (john)

Komentar