oleh

Tersangka Pencabulan di Lutra Terancam 15 Tahun Penjara

RADARLUWURAYA.com – Polsek Bone-Bone Polres Luwu Utara meringkus pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur di Desa Sadar, Kec. Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara.

Diketahui, pelaku berinisal TW Pria berusia 50 tahun, sementara Bunga (nama samaran) yang merupakan korban seorang anak perempuan yang baru berusia 14 tahun.

Demikian dibenarkan Kapolsek Bone bone Polres Luwu Utara Kompol Agus Mappi, M.M. Dikatakannya, saat ini pelaku sudah di amankan di Polsek Bone-Bone.

Peristiwa Persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini terjadi pada bulan Juli 2018.

“Pelaku ditangkap pada hari jumat malam tanggal 04 Januari 2019, karena Kejadian tersebut baru di ketahui Keluarga Korban dan langsung Melaporkannya Ke Polsek Bone-Bone,” ucap Kompol Agus, Selasa (08/01)

“Saat Keluarga Korban melaporkan Kejadian tersebur, Kami dari Pihak kepolisian langsung bergerak melakukan penangkapan Terhadap Pelaku,” tuturnya.

Adapun kronologis persetubuhan terhadap anak dibawah umur ini terjadi, berawal dari korban yang sedang menggembala sapi milik orang tuanya di Kebun sawit milik TW.

Kemudian korban bertemu dengan pelaku yang pada saat itu sedang memetik buah sawit, pelaku menarik tangan korban dan memaksa korban melakukan hubungan badan.

Perbuatan bejat tersebut tak hanya kali ini dilakukan pelaku, akan tetapi perbuatan itu dilakukan sebanyak tiga kali ditempat yang sama dan baru terungkap setelah keluarga korban curiga atas perubahan yang terjadi pada tubuh korban yang diduga telah hamil.

Selanjutnya korban mengaku bahwa pelaku yang menyetubuhinya adalah TW.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, bahwa pelaku yang diketahui memilik 3 orang anak dan 1 istri ini mengaku, bahwa perbuatan asusila itu dilakukannya akibat hawa nafsu yang tidak bisa ia tahan sehingga dilampiaskan ke korban.

Akibat perbuatannya, pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan undang Undang perlindungan Anak No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 Tahun 2002 Pasal 81 Ayat (1) Jo 76C tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, dan minimal 5 tahun penjara. (Herman)

Komentar