oleh

Tiga Bulan, Bapas Palopo Tangani 70 Anak Bermasalah Hukum

RADARLUWURAYA.com – Terhitung sejak Januari hingga pertengahan Maret tahun 2019, Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Palopo sudah menangani 70 anak yang bermasalah dengan hukum.

Dari 70 anak yang berkonflik dengan hukum, 27 diantaranya berhasil menjalani diversi, baik ditingkat kepolisian maupun kejaksaan.

Petugas Pembimbing Bapas Kelas II Palopo, Hajar Aswad mengatakan, kebanyakan anak yang bermasalah dengan hukum usianya antara 16 hingga 18 tahun.

 

BACA: 

Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan ke Kantor Lurah

 

“Kebanyakan dari mereka sudah putus sekolah dan pelajar SMA,” kata Hajar, Kamis (14/3).

Ia juga mengatakan, dari 70 anak yang menjadi kliennya, itu berasal dari Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara,
Luwu Timur, Toraja dan Enrekang.

“Kasus terbanyak adalah pengrusakan, pengeroyokan, pencurian dan penganiayaan,” ujarnya.

 

BACA: 

Konsolidasi di Walmas, PKK Luwu Juga Serahkan Bantuan Banjir Makawa

 

Untuk anak yang berhasil menjalani diversi, mereka dipulangkan kepada orangtuanya masing-masing. Namun, bagi anak yang tetap diproses hukum di pengadilan, Bapas tetap akan mendampingi.

“Kami berikan bimbingan kemandirian, bimbingan kepribadian, bimbingan lanjutan dan pengawasan,” jelasnya.

Bimbingan kemandirian, kata Hajar,
seperti pengikutsertaan anak-anak di lembaga kursus, pelatihan kerja, bengkel kerja, atau dibimbing langsung oleh instruktur yang bekerjasama dengan Bapas.

 

BACA: 

Sore Ini, Morowali Diguncang Gempa 4,4 SR

 

Selain dibimbing dengan keterampilan, anak-anak tersebut juga diberikan pembinaan rohani seperti tuntutan agama, pengajian, penyadaran narkoba, pencegahan kenakalan remaja dan bakti sosial.

“Kepada semua orangtua, tingkatkan pengawasan dalam pergaulan anak, berikan perhatian dan kasih sayang, serta ciptakan suasana menyenangkan di dalam rumah. Jangan lupa kewajiban belajar dan menerapkan ajaran agama terhadap anak,” pesan Hajar.

Ia juga menyarankan kepada orangtua agar anaknya tetap bersekolah dan mengikuti kegiatan-kegiatan positif seperti olahraga dan seni. (Niki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *