oleh

Triwulan III 2018, PT Vale Catat Laba Bersih 55,2 Juta Dollar AS

RADARLUWURAYA – PT Vale Indonesia (PTVI) mencatatkan laba bersih hingga triwulan III 2018 sebesar 55,2 Juta Dollar AS, atau setara dengan Rp828 miliar (kurs Rp15 ribu per Dollar AS). Meski begitu, produksi nikel dalam matte di Triwulan III, ini lebih rendah 4 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Sesuai data yang diperoleh dari PTVI, laba bersih Januari – September 2018 adalah sebesar 55,2 Juta Dollar AS, dimana pada periode yang sama tahun 2017 mengalami kerugian sebesar 19,6 Juta Dollar AS. Sementara produksi nikel dalam matte di Triwulan III 2018 sebesar 18.193 metrik ton, lebih rendah dibanding Triwulan II 2018 sebesar 18.893 metrik ton.

BACA JUGA: RS Inco Sorowako Batasi Pelayanan Pasien

“Saya senang mengumumkan triwulan ketiga tahun 2018 yang menguntungkan dikarenakan harga penjualan yang lebih tinggi,” kata Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur PTVI.

Turunnya produksi tersebut sebagai akibat dari aktivitas pemeliharaan yang tidak direncanakan untuk mengatasi masalah operasional yang teridentifikasi dan juga untuk memastikan keselamatan operasional.

“Kami dapat memajukan jadwal pemeliharaan yang sebelumnya direncanakan di Triwulan IV, menjadi Triwulan III dan tidak berharap akan adanya tambahan aktivitas pemeliharaan yang besar hingga akhir tahun,” ujar Nico.

BACA JUGA: Legislator Lutim Ini Desak PT Vale Gelar Simulasi Bencana

Karena aktivitas pemeliharaan di kuartal III yang tidak terencana tersebut, PTVI merevisi target produksi tahun penuh menjadi 75 ribu ton, turun dari perkiraan 77 ribu ton di tahun 2018.

“Di saat yang bersamaan, Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan yakni keselamatan jiwa merupakan hal terpenting,” tegas Nico.

Sementara itu, beban pokok pendapatan Perseroan di Triwulan III 2018 menurun sebesar 4,8 juta Dollar AS, meskipun harga bahan bakar dan batubara meningkat signifikan. Harga Minyak Bakar Bersulfur Tinggi (HSFO) meningkat sebesar 13%, Minyak Diesel (HSD) 5% sedangkan batubara 7% per unit basis dibandingkan triwulan sebelumnya. “Bahan bakar merupakan salah satu biaya terbesar Perseroan,” ungkapnya.

Tercatat perseroan telah mengeluarkan anggaran belanja modal sebesar 27,7 juta Dollar AS atau meningkat dari 13,3 juta Dollar AS di triwulan sebelumnya.

Highlight pencapaian kinerja dan keuangan PT Vale Indonesia Triwulan III 2018 (vale.com)

Komentar