oleh

Wadek FH Unanda : Korupsi Lebih Kejam dari Terorisme

RADARLUWURAYA – Tak ada toleransi bagi pelaku korupsi. Tak ada kompromi dalam penegakan hukum untuk kasus korupsi. Sebab, tak ada kejatahan yang lebih parah nan kejab selain korupsi. Bahkan, terorisme sekalipun tidak lebih jahat dari Korupsi.

Demikian diungkapkan Wakil Dekan Fakultas Hukum, Universitas Andi Djemma (Unanda), Abdul Rahman Nur, SH.,MH. kepada radarluwuraya.com, Minggu (09/12/18). Korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat baik di pusat hingga tingkat daerah berdampak sistemik kepada kehidupan orang banyak dan negara.

BACA JUGA : Caleg Hanura ini, Minta APH Tuntaskan Kasus Korupsi Mengendap

”Korupsi adalah kejahatan yang lebih kejam dari terorisme, karena dampak kerugiannya bisa lebih besar dan merugikan banyak orang.,” kata Maman-sapaan akrabnya.

Olehnya itu kata dia, sangat wajat jika korupsi, dan para pelakunya menjadi musuh bersama bagi seluruh warga negara indonesia.

”Jadi wajar, jika korupsi menjadi musuh bersama bagi seluruh warga indonesia. Karena bisa merusak negara ini. dan yang terpenting saat ini adalah, hukum harus bisa membuat jerah bagi pelakunya,” katanya.

BACA JUGA : Pemda Lutim Gandeng Kejari Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

Kepada para penegak hukum, Maman berpesan agar legal struktur benar-benar menegakkan hukum. Sebab, mayoritas yang terlibat dalam kasus korpusi adalah mereka yang berasal dari kalangan pejabat diberbagai tingkatan mulai pusat hingga ke pelosok desa.

”Korupsi biasanya dilakukan oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Makanya dibutuhkan keberanian legal struktur, untuk menegakkan hukum. Bukan justru melindungi para pelaku korupsi,” tandas Alumni Pasca Sarjana UMI Makssar ini. (john)

Komentar