oleh

Warga Yang Ditahan Oknum Mengaku Polisi, Diduga Sindikat Peretas WA

RADARLUWURAYA.com – Warga Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Ig (20) yang dikabarkan ditahan oleh tiga orang yang mengaku sebagai polisi, ternyata diduga salah satu pelaku yang masuk dalam sindikat pembajak akun aplikasi WhatsApp (WA).

Ig, yang juga seorang mahasiswa di salah satu universitas di Palopo itu, dikabarkan di ditahan tiga orang yang mengaku polisi. Keluarga di Palopo sempat resah, karena setelah dibawa pergi oleh orang yang mengaku polisi, kemudian meminta sejumlah uang sebesar Rp 5 juta. Keluarga korban sempat komunikasi tapi pihak yang mengaku polisi itu tidak membeberkan keberadaannya sejak Kamis (6/12).

BACA JUGA : Orang Palopo Terciduk Retas Akun WA Pejabat TNI

Pihak Polres Palopo pun mengaku tidak mengetahui adanya penangkapan Ig, yang ternyata belakangan diketahui diamankan karena diduga terlibat dalam sindikat pembajakan akun WA milik pejabat TNI di sejumlah daerah.

Ig ditahan bersama dua orang rekannya yang lain, yakni berinisial AL dan AS. Tiga orang ini diduga sindikat pembajakan akun WA, kemudian menipu dengan cara meminta pulsa dan uang dari korbannya.

BACA JUGA : Tanpa Kejelasan, Tiga Oknum Mengaku Polisi di Palopo Tahan Warga

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Drs Alamsyah MSi, dalam rilisnya, Sabtu (8/12) menyebutkan, Kodam XIV/Hasanuddin telah membentuk tim untuk menyelidiki berbagai kasus yang terjadi.

Setelah tim Kodam melakukan pengusutan sejak 1 hingga 5 Desember beberapa hari lalu, tim berhasil mendeteksi dan menangkap dua orang pelaku penipuan yang berada di daerah Palopo berinisail AL dan AS.

Setelah dilakukan pengembangan terhadap dua pelaku tersebut, tim kembali berhasil menangkap satu orang kawanan jaringan terorganisir yang berinisial IG, yang berstatus mahasiswa.

BACA JUGA : Polres Palopo Sebut tak Ada Penangkapan Dilakukan Tiga Anggotanya

Ia menyebutkan, proses penyelidikan kasus itu terus dikembangkan, guna mengungkap modus yang merugikan banyak orang. “Saat ini, tim kembali berhasil mendeteksi yang disinyalir menjadi induk dari jaringan yang digunakan oleh para pelaku,” ucapnya.

Ia menambahkan, jaringan ini tidak hanya di Sulsel tapi berkaitan dengan berbagai daerah di Indonesia. Mereka bekerja sama dengan pihak lain serta memiliki alat atau sistem IT yang canggih.

BACA JUGA : Satres Narkoba Gandeng BNK Periksa Urine 303 Mahasiswa ATS Lutim, Ini Hasilnya

“Juga diduga dikendalikan oleh operator yang saat ini masih dalam pengembangan oleh tim Kodam Hasanuddin. Diharapkan dalam waktu dekat ini dapat terungkap,” tandasnya. (john)

Komentar