oleh

Waspada!!! Politik Identitas Warnai Pemilu 2019

RADARLUWURAYA.com – Gelaran Pemilu tak bisa dilepaskan dari konflik. Selalu saja ada ‘riak-riak’ dalam hajatan lima tahunan tersebut.

Maka dari itu, peta Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) sebagaimana yang disusun Bawaslu RI, menjadi amat penting.

Menurut Analis Politik Karyono Wibowo, pengelompokan potensi kerawanan dalam IKP sudah cukup baik. Terutama pembagian dimensi potensi kerawanan, yakni dimensi sosial politik, dimensi penyelenggaraan, dimensi kontestasi, dan dimensi partisipasi.

“Yang penting bukan sekadar mendeteksi kerawanan saja, tapi pencegahan dini dan penegakan hukum serta sikap tegas dari penyelenggara pemilu”, kata Karyono dalam keterangannya, Minggu (24/2).

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) ini melihat terdapat sejumlah potensi kerawanan pada Pemilu 2019 mendatang. Dia menilai, menguatnya politik identitas menjadi salah satu potensi yang cukup rawan mengancam pelaksanaan kontestasi politik tersebut.

“Pertama menguatnya politik identitas. Masih menggunakan isu SARA, isu agama sebagai propaganda politik,” ujar Karyono.

Karyono menyoroti adanya teror terhadap situasi keamanan yang terus menerus terjadi. Dia mencontohkan kasus pembakaran kendaraan bermotor yang terjadi di Solo, Temanggung, Semarang hingga menyasar Jawa Timur.

“Kemudian, peristiwa ledakan di lokasi nobar dalam debat pilpres kedua juga turut sebagai salah satu ancaman yang muncul jelang Pemilu 2019,” jelas dia.

Terakhir, yang menjadi benteng penjaga penyelenggaraan Pemilu 2019 adalah pemerintah terutama Polri, TNI, BIN dan Pemeritah Daerah. Dengan sistem pengamanan yang baik dan terpadu diharapkan mampu mendeteksi dan mencegah dini terjadinya konflik.

“Misalnya sabotase, penyusupan, terorisme dan gangguan keamanan lainnya,” pungkasnya. (RadarLuwuRaya/JPC)

Komentar