oleh

Paras Cantik di Balik Meja KPPS

RADARLUWURAYA.com, Palopo – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yang digelar secara serentak di seluruh wilayah meninggalkan berbagai duka. Dimana banyak petugas penyelenggara yang harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.

Bahkan, ratusan penyelanggara yang dikabarkan harus gugur seat melaksanakan tuganya untuk menyukseskan pagelaran demokrasi lima tahunan di bumi Nusantara.

Tidak hanya itu, ratusan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sebagian besar wilayah Indonesia harus melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Termasuk di wilayah Kota Palopo.

Di Kota Idaman sendiri, tercatat sebanyak enam TPS yang menyelenggerakan PSU, ke enam TPS tersebut tersebar di 3 Kecamatan yakni TPS 7, TPS 8 dan TPS 12 di Kecamatan Wara, TPS 7 dan TPS 3 di Kecamatan Wara Timur dan TPS 4 kecamatan Wara Barat.

Namun, ada hal yang sedikit berbeda dari pelaksanaan PSU di TPS 3 Kelurahan Malatunrung, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo. Dimana terdapat sosok wanita yang berparas cantik di balik meja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Dialah Aninta Kasandra yang menjadi pembeda dari beberapa rekannya. Paras cantiknya membuatnya menjadi primadona di TPS tempatnya bertugas.

Dirinya pun menjadi pusat perhatian, para warga yang hadir untuk menunaikan kewajibannya, di TPS 3 Kelurahan Malatunrung, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo.

Perempuan kelahiran 1 September 1994 silam ini, mengaku jika Pemilu kali ini merupakan kali pertama untuk dirinya menjadi seorang penyelenggara pemilu dan bertugas sebagai anggota KPPS.

Anita mengaku jika mendapat tugas menjadi seorang penyelenggara dan mengabdikan diri kepada negara, membawa kebanggan tersendiri untuk dirinya dan keluarganya.

“Ini merupakan hal yang baru bagi saya, menjadi penyelenggara pemilu, mengabdikan diri pada negara, menjadikan saya lebih bangga pada diri sendiri,” kata wanita yang berkulit putih ini.

Lebih jauh, gadis yang akrab disapa Nita ini mengatakan bahwa menjadi seorang petugas KPPS juga membawa berkah tersendiri bagi dirinya, sebab katanya, dirinya bisa menjalin silaturrahmi dengan masyarakat.

“Kebanyakan orang berfikir kalau menjadi penyelenggara merupakan pekerjaan yang melelahkan, namun dibalik itu terdapat pula keseruan dan kebahagiaan tersendiri, seperti menjalin silaturahim sama masyarakat, serta dapat menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman menjadi penyelenggara,” terangnya.

Anita Kasandra juga menyimpan harapan untuk kaum muda, agar kedepannya bisa lebih berani untuk menghadapi sebuah tantangan, termasuk menjadi seorang penyelenggara demi sebuah pengabdian. (Myp/Hat)

Komentar

News Feed