oleh

Pemuda Desa Tarra Tallu Lestarikan Budidaya Pepaya California

LUWU UTARA, RADARLUWURAYA.com – Pemuda asal Desa Tarra Tallu, Kecamatan Mappedeceng, Hendra Al Ghafur tak ingin mengisi waktu luang dan waktu liburnya dengan sia-sia.

Dirinya memiliki segudang aktivitas yang produktif untuk dilakukan antara lain, menyediakan sekaligus menanam bibit tanaman
dipekarangan rumah.

Salah satunya tanaman Pepaya California yang cukup banyak menarik perhatian warga setempat maupun di daerah lain.

“Banyak hal yang bisa kita lakukan, terutma menyediakan bibit tanaman dipekarangan rumah,” singkat Hendra Penggerak Kelompok
Pembibitan dan Budidaya Sipaktuo Farm Desa Tarra Tallu, Senin (21/6/2021).

Hal itu dilakukannya tak sekedar mengisi waktu luang, namun mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Lebih jauh disebutkannya, tanaman Pepaya California saat ini sudah banyak ditanam oleh masyarakat baik di Desa Tarra Tallu maupun
di Desa lain.

Pepaya California ini adalah komuditas unggulan yang ada di Desa Tarra Tallu Sejak Tahun 2017.

Awalnya kata dia, bibit pepaya California tersebut didapatkanya di Kabupaten Luwu, di Desa Pattedong.

Meski demikian, Tahun 2017 Pepaya california tidak begitu familiar. Bahkan ada masyrakat yang menolak untuk menanam, lantara
takut tidak ada yang membeli buahnya.

Namun seiring waktu berlalu, pembeli berdatangan dan akhirnya banyak masyarakat yang mencari bibitnya.

“Saat ini disetiap warung buah-buahan di Kabupaten Luwu Utara menyediakan pepaya california. Sebab selain bisa dimakan langsung
juga untuk bahan es buah,” jelas Hendra.

Hendra juga memastikan, jenis pepaya ini sangat tahan lama. Sehingga dapat disimpan sebagai makanan cemilan di rumah.

Budidaya
Pepaya California adalah tanaman yang menjadi pilihan petani di Desa Tarra Tallu.

“Semoga ke depan Pemerintah setempat dapat memprioritaskan komuditas ini, baik cara budidaya maupun akses penjualannya,”
imbuhnya.

Tak hanya itu, dirinya juga bahkan sedang membuat formulasi buah pepaya ini dapat menjadi bahan makanan ringan seperti kripik
maupun yang lainnya.

“Saat ini sementara kami cari formulanya bagaimana pepaya ini bisa diolah menjadi kripik agar dapat bernilai tambah secara ekonomis
di masyarakat,” pungkas Hendra. (umr/rlr)

Komentar

News Feed