oleh

Tunggu Perhitungan KPU, Kedua Kubu Diminta Hentikan Saling Klaim Kemenangan

RADARLUWURAYA.com – Direktur Rumah Mediasi Indonesia (RMI), Ridha Saleh, meminta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara KPU. Termasuk kedua tim pemenangan pasangan capres dan cawapres untuk tidak saling mengklaim kemenangan.

“Elit politik diharapkan memberikan contoh bagaimana melaksanakan demokrasi yang konstitusional,” kata Ridha dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Mantan anggota Komnas HAM ini mengatakan, elite politik harus bisa menghargai masyarakat yang sudah memberikan hak pilihnya di Pemilu serentak 17 April lalu. Terbukti, partisipasi pemilih di Pemilu cukup tinggi, angkanya mencapai 80,90 persen.

“Angka itu melebihi target KPU sebesar 77,5 persen. Ini menggambarkan bahwa partisipasi dan kesadaran politik warga negara akan kedaulatan dan masa depan bangsa semakin menggembirakan tinggi,” paparnya.

Fakta tersebut, kata Ridha, tidak bisa diartikan semata-mata karena antusiaisme masyarakat untuk memilih presiden dan wakil presiden atau, untuk calon legislatif. Lebih dari itu harus dilihat bahwa pelaksanaan pemilu tahun ini jauh lebih demokratis dan tingkat kepercayaan dan harapan rakyat terhadap pemerintah jauh lebih tinggi.

Partisipasi politik rakyat ini, kata Ridha, harus diletakan dalam konteks besar politik Indonesia. Dimana hak pilih bukan semata-mata berarti hak setiap orang untuk memilih calon yang dipilihnya, melainkan itu sebagai bentuk penghormatan warga negara pada konstitusi.

“Meski masih kita temui ada beberapa kendala tekhnkis di lapangan. Namun kita juga harus memahami bahwa pemilu kali ini dipersiapkan dengan niat baik oleh penyelengara pemilu,” ujar dia.

Karena itu, Ridha berpesan agar semua pihak bisa bersabar karena masih ada dua rangkaian pemilu yaitu perhitungan dan penetapan pemenang. Bahkan, ada kesempatan waktu bagi yang kalah untuk menggunakan hak hukumnya dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Itu jika penyelenggaraan pemilu dianggap telah terjadi kecurangan yang terorganisir, sistemik dan meluas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pengamat politik, Ujang Komarudin. Menurutnya, fenomena saling klaim kemenangan tidak boleh dilanjutkan. Ini lantaran sebab proses perhitungan masih berlangsung.

“Demokrasi dan kontestasi politik memang mengharuskan kedua kubu yang bersaing untuk memiliki kesabaran tingkat tinggi dalam menunggu hasil perhitungan dari KPU,” kata Ujang.

Ujang juga menuturkan, dengan berakhirnya perhelatan pesta demokrasi lima tahunan, semua pihak seharusnya bisa lebih mencairkan suasana. Bukan, justru saling klaim kemenangan hanya hanya akan menambah suasana politik makin panas.

Saling klaim kemenangan di banyak daerah atau provinsi, kata Ujang, tidak akan bermakna apa-apa karena capres dan cawapres dengan suara terbanyaklah yang akan menang.

“Mari kita arif dan bijaksana dalam menilai ketentuan perundang-undangan. Jangan menafsirkan sepenggal-sepenggal. Sehingga rakyat tidak mendapatkan informasi yang benar. Mari jaga kerukunan dan persaudaraan dengan tidak saling mengklaim kemenangan,” pungkasnya. (RadarLuwuRaya/Jawapos)

Komentar

News Feed